Popular Post

Popular Posts

Senin, 21 Agustus 2017

undangan acara tumpengan di saudi arabia bersama bpk ustad dari PATI jateng,
Tumpeng merupakan bagian penting dalam perayaan kenduri tradisional. Perayaan atau kenduri adalah wujud rasa syukur dan terima kasih kepada Yang Maha Kuasa atas melimpahnya hasil panen dan berkah lainnya. Karena memiliki nilai rasa syukur dan perayaan, hingga kini tumpeng sering kali berfungsi menjadi kue ulang tahun dalam perayaan pesta ulang tahun. Mengapa masyarakat Indonesia khususnya di Pulau Jawa, Bali, dan Madura menggunakan tumpeng sebagai simbol rasa syukur?
Menurut tradisi Islam di Jawa, "tumpeng" merupakan akronim dari bahasa Jawa, yakni yen metu kudu sing mempeng (kalau keluar harus dengan sungguh-sungguh).
Biasanya, lauk-pauk yang mengiringi gunungan nasi tumpeng jumlahnya ada tujuh. Hal ini pun bukan tanpa alasan. Angka tujuh dalam bahasa Jawa disebut dengan pitu, maksudnya adalah pitulungan (pertolongan).
Setiap komponen pada nasi tumpeng memiliki filosofi tertentu. Mulai dari nasinya yang melambangkan sesuatu yang kita makan seharusnya berasal dari sumber yang bersih dan halal. Bentuknya yang kerucut diartikan sebagai harapan agar hidup selalu sejahtera.
Sementara itu, dari segi lauk-pauknya, ayam yang menjadi lauk wajib pada sajian tumpeng biasanya menggunakan ayam jantan yang dimasak utuh. Pemilihan ayam jantan in memiliki makna menghindari sifat-sifat buruk ayam jago: sombong, congkak, dan tidak setia. Selain itu ada ikan teri yang diartikan sebagai contoh kebersamaan dan kerukunan.
Nasi tumpeng juga sering dilengkapi dengan telur rebus utuh. Hal ini melambangkan jika semua tindakan harus direncanakan (dikupas), dikerjakan sesuai rencana dan dievaluasi hasilnya demi kesempurnaan.
Telur juga menjadi perlambang jika manusia diciptakan dengan fitrah yang sama. Yang membedakan nantinya hanyalah ketakwaan dan tingkah lakunya.
Pelengkap lainnya yang tidak boleh tertinggal adalah sayur urab. Sayuran yang digunakan antara lain kangkung, bayam, kacang panjang, taoge, kluwih dengan bumbu sambal parutan kelapa atau urap dan lain-lain. Seperti halnya pelengkap lainnya, sayur-sayuran ini juga mengandung simbol-simbol penting.

Leave a Reply

bebas berkomentar asal sopan

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © -------------------------- - CAH GEDAD KAMPOENG KIDUL - Powered by BERITA GRATIS TERBARU - BUATAN MAS WARDI CAH GEDAD MANGIN LO!!! -